Sebenenarnya hidup itu disiapkan untuk diri sendirian.
Kita kan lahi sendiri.
Kemudian 'berjuang' agar hidup.
Tanpa kita minta, senang tak senang kita otomatis telah dikelilingi keberadaaan orang lain: orang tua, saudara,teman, musuh, orang dan orang!
Kita mencoba hidup dengan beragam makhluk dunia, dan masalah yang selalu ikut campur dalam kehidupan milik kita.
Seterusnya pelbagai kepanikan, kegembiraan, kesulitan, keenakan...
sampai suatu saat kita pun akan sendiri lagi.
Menjelang ajal.
Toh setiap manusia akan mati, jadi bersiaplah kita karena kelak saat akan menghadapi maut juga sendiri.
Semua kita tinggalkan dan lupakan. Baik itu kehebatan, kemarahan, kesombongan, kebaikan hati, hutang piutang, amal ibadah, kelucuan, ketulusan, kegenitan,kita dalam menilai hidup, atau keserakahan...
Kita pun meninggalkan dunia sendiri.
Tidak bisa protes, menangis, tak sempat lagi untuk mengubah sikap atau memohon.
Jadi, kita itu hanya sendiri lho!
Sedari awal sampai akhir