Kamis, 20 Desember 2012

AKHIR

Sebenenarnya hidup itu disiapkan untuk diri sendirian.
Kita kan lahi sendiri.
Kemudian 'berjuang' agar hidup.

Tanpa kita minta, senang tak senang kita otomatis telah dikelilingi keberadaaan orang lain: orang tua, saudara,teman, musuh, orang dan orang!

Kita mencoba hidup dengan beragam makhluk dunia, dan masalah yang selalu ikut campur dalam kehidupan milik kita.

Seterusnya pelbagai kepanikan, kegembiraan, kesulitan, keenakan...
sampai suatu saat kita pun akan sendiri lagi.

Menjelang ajal.

Toh setiap manusia akan mati, jadi bersiaplah kita karena kelak saat akan menghadapi maut juga sendiri.

Semua kita tinggalkan dan lupakan. Baik itu kehebatan, kemarahan, kesombongan, kebaikan hati, hutang piutang, amal ibadah, kelucuan, ketulusan, kegenitan,kita dalam menilai hidup, atau keserakahan...

Kita pun meninggalkan dunia sendiri.

Tidak bisa protes, menangis, tak sempat lagi untuk mengubah sikap atau memohon.

Jadi, kita itu hanya sendiri lho!
Sedari awal sampai akhir
Merasa berada didalam lingkaran setan
mentok sana sini, bingung, sedih, menjadi satu.
denyut nadi entah getaran jantung tidak karuan.
semua serba salah.
Kadang kala lingkaran tersebut terbuka sedikit demi sedikit.
kitapun merasa penuh harapan, impian, keinginan. Timbul rasa syukur
Ingin melarikan diri, kabur secepat mungkin, tanpa melihat ke belakang.
RUWET!
Percaya Diri!
Cinta!
Peduli!
Berlari terus, raih harapan dengan tertawa sambil menangis sekali sekala masih diperbolehkan. Berbagai kebaikan tanpa memilah atau berencana.

Minggu, 16 Desember 2012


kulari ke hutan kemudian menyanyiku
kulari ke pantai kemudian teriakku
sepi, sepi dan sendiri aku benci
aku ingin bingar aku mau dipasar
bosan aku dengan penat dan enyah saja kau pekat
seperti berjelagah jika kusendiri
pecahkan saja gelasnya biar ramai biar mengaduh sampai gaduh
ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih
kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
atau aku harus lari kehutan belok ke pantai?
aku ingin bersama slamanya
ketika tunas ini tumbuh serupa tubuh yg mengakar
setiap nafas yg terhembus adalah kata
angan, debur dan emosi bersatu dalam jubah terpautan tangan kita terikat lidah kita menyatu maka setiap apa terucap adalah sabda pendita ratu
diluar itu debu hanya angin ditiup saja lalu terbang hlng tak ada
tapi kita ttp menari , menari hanya kita yg tau
jiwa ini tanduh, maka duduk sama maka kita akan bawa semua karena kita adalah SATU 
aku hanya ingin MENCINTAI, aku hanya ingin DICINTAI walau banyak yg menentangku ku hanya ingin BAHAGIA ;)
i LOVE you, i LOVE you morethan you know and i LOVE you with my full heart {}
“jangan pernah menyanjung cinta bila tak mengerti makna mencinta”
Tak pernah ku mengerti aku SEGILA ini, aku HIDUP UNTUKMU, aku MATI TANPAMU
Tak pernah ku sadari aku SEBODOH ini, aku HIDUP UNTUKMU, aku MATI TANPAMU